Kartini Ganesha! Satukan Hati Raih Prestasi!

SMA N 1 PURBALINGGA-SENIN, 22 April 2019 siswa-siswi, guru, serta staf karyawan SMA N 1 Purbalingga mengadakan upacara bendera. Namun, ada yang berbeda pada upacara kali ini, karna seluruh perempuan ganesha secara kompak menggunakan pakaian khas dari Jawa Tengah yaitu kebaya, sedangkan siswa laki-laki menggunakan pakaian batik dan para guru laki-laki terlihat gagah dengan menggunakan pakaian beskap. Semua ini dilakukan bukan tanpa tujuan, karna pada hari minggu tepatnya tanggal 21 April 2019 seluruh masyarakat indonesia terutama kaum hawa bersama-sama merayakan hari kelahiran sang pahlawan emansipasi wanita yaitu Raden Ajeng Kartini.
Upacara bendera yang dimulai pada jam 07:00 WIB ini terasa sangat khidmat dan istimewa, karena bukan hanya para peserta yang menggunakan pakaian adat jawa namun, pada upacara kali ini semua petugas upacara juga berasal dari kaum hawa. Termasuk juga pembina upacara di hari kartini ini, yaitu Ibu Indah Budi Utami. Pada pembukaan Ibu Indah menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para petugas upacara yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Ibu indah juga memberikan apresiasi kepada para guru serta siswa yang telah mengikuti upacara dengan memakai pakaian adat jawa. Lalu, Bu Indah juga menceritakan kembali tentang bagaimana perjuangan R.A Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan indonesia.
Dari buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” karangan R.A Kartini, merupakan buku yang berisi bagaimana usaha kartini untuk terus menciptakan emansipasi bagi setiap perempuan Indonesia. Dari saat masa penjajahan ketika pada umur 10 tahun, anak perempuan sudah harus dipingit agar mereka tidak dapat berkembang dan melampaui kaum laki-laki. Saat itu juga hanya kaum bangsawan yang boleh mengenyam pendidikan yang tinggi. R.A kartini termasuk perempuan beruntung karena ayahnya yang merupakan bupati, Kartini akhirnya dapat merasakan pendidikan selama 12 tahun.
Kartini ingin melanjutkan sekolah di Belanda namun, dia tidak diperbolehkan. Meskipun begitu, kartini tidak pupus semangat dan terus mencari ilmu dengan berkirim surat kepada teman-temannya yang merupakan keturunan Belanda. Dari situlah muncul tekad Kartini untuk dapat melepaskan para perempuan indonesia agar bisa mendapatkan kebebasan seperti yang dirasakan para perempuan Belanda. Kartini lalu, mendirikan sekolah untuk para perempuan yang bukan hanya mengajari tentang kepribadian dan keterampilan sebagai perempuan tapi juga mengajari tentang perpajakan dan nasionalisme bangsa.
Perjuangan yang telah dilakukan R.A Kartini sekarang tidak sia-sia. Dalam pidatonya, Ibu Indah menyebutkan bahwa hasil perjuangan Kartini sangat terasa terutama pada masa saat ini. Di Indonesia perempuan telah banyak menduduki posisi yang tinggi di masyarakat. Seperti yang dicontohkan oleh Bu Indah yaitu, dari mulai Bupati perempuan seperti yang ada di Purbalingga yaitu Ibu Dyah Hayuning Pratiwi, Menteri-menteri perempuan Indonesia sampai Duta besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda di Den Haag Ibu Retno Marsudi. Dan diakhir Ibu Indah mengajak seluruh peserta upacara untuk menyerukan yel-yel bersama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini” bersama-sama.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *