Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Video pada Pembelajaran Sejarah Daring


Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Video pada Pembelajaran Sejarah Daring
Penulis : Asih Sugiyanti, S. Pd.

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa melalui media video. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Purbalingga yang berjumlah 34 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif siswa sebagai berikut: rata-rata hasil belajar siswa adalah 6,94 setelah dilaksanakan tindakan menjadi 7,93, siswa yang berhasil mencapai KKM (≥75) ada 10 orang (29,4%) setelah dilaksanakan tindakan menjadi 25 orang (73,5%). Kesimpulan penelitian ini adalah media video dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Sejarah daring di SMA Negeri 1 Purbalingga.

Kata kunci: media video, hasil belajar

I. PENDAHULUAN

Penelitian yang dilakukan oleh organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan PBB (UNESCO) pada tahun 2016 terhadap 61 negara di dunia menunjukkan kebiasaan membaca di Indonesia tergolong sangat rendah. Pada penelitian tersebut, Indonesia menduduki peringkat ke-60. Hal ini ternyata berbanding lurus dengan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis berkaitan dengan minat baca siswa pada mata pelajaran Sejarah. Padahal seperti kita tahu bahwa pelajaran Sejarah berisi tentang kronologi peristiwa di masa lalu yang jika siswa tidak mau membacanya, maka pemahaman siswa pun akan rendah. Hal itu sejalan dengan hasil pada kegiatan prasiklus yang menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa adalah 6,94 dengan siswa yang memiliki nilai mencapai KKM (≥75) sebanyak 10 orang (29,4%). Ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa masih tergolong rendah.

Salah satu bentuk upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Guru sebagai unsur yang mempunyai pengaruh dominan dalam pembelajaran di kelas diharapkan mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa dan membantu siswa dalam keseluruhan proses belajar. Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam arti guru tidak sekedar mengajar untuk memenuhi kewajibannya dan menyelesaikan beban materi pelajaran yang harus disampai-kan akan tetapi guru juga harus mampu menumbuhkan minat belajar siswa, merangsang keaktifan siswa selama proses pembelajaran, mampu menganalisa kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dan mencari solusi yang tepat.

Dalam hal ini kemampuan guru dalam memilih metode dan media yang tepat dapat membantu siswa dalam pembelajaran. Sementara siswa yang seharusnya menjadi subyek dalam pembelajaran, ternyata sebagian besar masih memposisikan diri sebagai obyek. Siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran seperti tidak mau bertanya, tidak mau menjawab pertanyaan, tidak berani mengungkapkan pendapat dan masih kesulitan dalam memahami materi.

Dalam konteks inilah penulis berusaha melakukan Penelitian Tindakan Kelas untuk pembelajaran Sejarah Indonesia terhadap siswa kelas XI IPS 3 di SMA N 1 Purbalingga. Alasan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagian besar materi pembelajaran Sejarah memerlukan hafalan dan untuk itu siswa harus banyak membaca, sedangkan kebanyakan siswa minat bacanya masih rendah. Sementara itu, siswa yang seharusnya menjadi subyek dalam pembelajaran, ternyata sebagian besar masih memposisikan diri sebagai obyek. Siwa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran seperti tidak mau bertanya, tidak mau menjawab pertanyaan, tidak berani mengungkapkan pendapat dan masih kesulitan dalam memahami materi. Terlebih pada masa pandemi seperti ini, pembelajaran dilakukan secara daring sehingga guru kesulitan untuk memantau peserta didik. Selain itu karena tidak terjadi proses tatap muka, maka guru tidak bisa menjelaskan materi secara langsung sehingga pemahaman siswa terhadap materipun tidak maksimal. Inilah permasalahan yang selama ini masih terjadi di SMA N 1 Purbalingga terutama pada mata pelajaran Sejarah. Sehingga guru harus menggunakan media yang tepat, agar siswa lebih memahami materi walaupun pembelajaran tidak dilakukan dengan tatap muka langsung. Dan akhirnya hasil belajar siswapun dapat mengalami peningkatan.

Penelitian ini akan difokuskan pada penggunaan media video pada pembelajaran sejarah daring. Hal ini dikarenakan materi sejarah di kelas XI sangat banyak dan berisi tentang kronologi peristiwa mulai dari kedatangan bangsa barat sampai masa perjuangan pasca proklamasi kemerdekaan. Meskipun pada buku pegangan yang dimiliki oleh siswa telah ditampilkan materi, akan tetapi siswa masih kurang bisa memahami. Apalagi kebanyakan dari mereka mengaku malas membaca dan kadang juga kurang bisa memahami materi dalam buku tersebut.

Penggunaan media pembelajaran video diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan ketertarikan siswa dan membantu meningkatkan pemahaman siswa walaupun pembelajaran dilaksanakan secara daring. Karena dalam video, penjelasan tentang peristiwa sejarah tentu lebih hidup dan nyata. Pada akhirnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi diharapkan akan meningkat, sehingga hasil belajar yang dicapai juga akan meningkat. Bertolak dari uraian singkat di atas, maka judul yang penulis tentukan pada penelitian tindakan kelas ini adalah ”Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Video pada Pembelajaran Sejarah Daring di Kelas XI IPS 3 SMA N 1 Purbalingga”

II. METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri I Purbalingga pada siswa kelas XI IPS 3 yang berjumlah 34 siswa. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Semua kejadian yang berhubungan dengan proses belajar mengajar dicatat, diteliti dan diadakan penyempurnaan seperlunya bagi hal-hal yang dirasa masih kurang.

Data ini diperoleh dari kegiatan guru dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, tes dan dokumentasi.

III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan pembelajaran yang dilakukan secara menyeluruh pada tindakan siklus 1 dan siklus 2 pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Purbalingga dengan menggunakan media video, bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Sejarah daring. Peningkatan yang terjadi sesuai dengan indikator yang telah digunakan oleh peneliti yaitu siswa yang lulus nilai KKM. Data yang diperoleh peneliti tentang prestasi belajar Sejarah pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Purbalingga, mulai dari sebelum tindakan sampai denan tindakan siklus 2 disajikan dalam tabel berikut:



IV. KESIMPULAN

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Purbalingga telah mengalami peningkatan hasil belajar pada pembelajaran Sejarah setelah diterapkan pembelajaran Sejarah dengan media video. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa ada peningkatan hasil belajar kognitif siswa sebagai berikut: rata-rata hasil belajar siswa adalah 6,94 setelah dilaksanakan tindakan menjadi 7,93, siswa yang berhasil mencapai KKM (≥75) ada 10 orang (29,4%) setelah dilaksanakan tindakan menjadi 25 orang (73,5%). Kesimpulan penelitian ini adalah media video dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Sejarah daring di SMA Negeri 1 Purbalingga.

DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa, H.E., Prof. Dr. M.Pd. 2009. Praktek Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Suharsimi Arikunto. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Wiriaatmadja, Rochiati. Prof., Dr. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nunuk Suryani dan Leo Agung. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media

Prastowo, Andi. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Surabaya: Prenada Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *