Berkali-kali Gagal Seleksi CPNS, Sri Hastuti Kini Jadi Kasubbag Tata Usaha Sekolah

Kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" SMA Negeri 1 Purbalingga yang berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026 sebagai kolaborasi sekolah, IKAGA, dan orang tua siswa, turut menghadirkan Sri Hastuti, S.E., alumnus angkatan 1993 yang juga merupakan orang tua siswa kelas X 3. Ia kini menjabat Kepala Subbagian Tata Usaha di SMA Negeri 1 Karangreja.
Setelah lulus SMA pada 1993, Sri Hastuti sempat beberapa kali mengikuti seleksi UMPTN dan PMDK tanpa berhasil. Satu-satunya perguruan tinggi negeri yang saat itu masih membuka pendaftaran adalah Politeknik Undip jenjang D3, dan ia memilih jurusan Akuntansi hingga lulus pada 1996. Ia kemudian mengikuti berbagai seleksi CPNS di Pemda, PDAM, hingga wawancara akhir di Astra, namun belum juga berhasil, sampai akhirnya merantau ke Cirebon bekerja di perusahaan kulit dan keuangan syariah. Pada 1998, ia akhirnya lolos seleksi CPNS Dinas Pendidikan dan bertugas di SMA Negeri 1 Kutasari sejak 1999 sebagai bendahara sekolah hingga 2021.
Di tengah kesibukan bekerja, Sri Hastuti tetap menuntaskan pendidikan S1 di Universitas Jenderal Soedirman pada 2010. Setelah mengikuti seleksi talent scouting, ia dilantik sebagai pejabat eselon/Kasubbag pada 2022 di SMA Negeri 1 Kutasari, sebelum akhirnya pada 2026 pindah tugas ke SMA Negeri 1 Karangreja hingga sekarang, menandai perjalanan pengabdian selama 27 tahun di dunia pendidikan.
Kepada siswa kelas XI dan XII, Sri Hastuti membagikan pengalaman seputar dunia perkuliahan, dunia kerja, persiapan memasuki dunia kerja, hingga kepemimpinan dan pengembangan diri melalui sesi berbagi pengalaman dan tanya jawab interaktif. Ia menjelaskan bahwa perannya berkembang dari bendahara yang mengelola keuangan instansi, hingga kini sebagai kasubbag yang mengoordinasikan seluruh pekerjaan tata usaha: keuangan, sarana prasarana, kepegawaian, dapodikmen, kesiswaan, persuratan, dan lainnya. Ia menekankan bahwa profesi di bidang keuangan dan administrasi sekolah menuntut ketaatan pada aturan perundang-undangan, ketelitian menganalisis transaksi, kemampuan teknologi informasi, serta koordinasi lintas bidang yang efektif.
"Terus mencoba setiap kesempatan untuk mengembangkan diri, suatu saat akan berguna," pesan Sri Hastuti kepada para siswa — pesan yang lahir langsung dari pengalamannya sendiri menghadapi kegagalan seleksi berkali-kali sebelum akhirnya menemukan jalannya di dunia pendidikan.
Perjalanan panjang Sri Hastuti — dari kegagalan seleksi berkali-kali hingga menduduki jabatan struktural di sekolah — menjadi pengingat bagi siswa bahwa proses yang berliku, penuh penolakan dan kegagalan di berbagai kesempatan, tidak menghalangi seseorang untuk terus berkembang, naik jenjang karier, dan pada akhirnya memberi manfaat bagi banyak orang di lingkungan kerjanya.
Sebagai alumni yang kini juga berstatus orang tua siswa, kehadiran Sri Hastuti dalam kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" memiliki makna ganda: ia tidak hanya berbagi ilmu sebagai narasumber, tetapi juga hadir mewakili peran orang tua yang turut mendampingi tumbuh kembang anaknya di sekolah yang sama dengan tempat ia dulu menempuh pendidikan menengah. Kolaborasi semacam ini menegaskan bagaimana ikatan alumni dan keluarga besar SMA Negeri 1 Purbalingga terus terjalin lintas generasi.
Bagikan artikel ini: