Berkarier 26 Tahun di Unit Bahan Peledak Polri, Juli Purbowo Bagikan Pengalaman Unik kepada Siswa

Dalam rangkaian kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" SMA Negeri 1 Purbalingga yang berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026, hasil kolaborasi sekolah, IKAGA, dan orang tua siswa, hadir seorang narasumber dengan profesi yang tidak biasa: Juli Purbowo, alumnus angkatan 1987 yang meniti karier di Kepolisian Republik Indonesia dengan spesialisasi bahan peledak komersial.
Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Purbalingga, Juli mendaftar dan menjalani pendidikan Polri, lalu melanjutkan rangkaian panjang kursus spesialisasi: mulai dari kursus komputer, kursus intelijen, kursus bahasa Inggris, penugasan di Kuala Lumpur, sekolah manajemen di Coespu, Italia, kursus Counter Terrorism di Australia, kursus Counter People Smuggling, penugasan di bawah PBB (UNO), pelatihan Chemical Risk & Mitigation di Hua Hin, Chemical Explosive di Penang dan Bangkok, hingga kursus CBRNE bersama BRIN, NISA, dan IAEA. Rangkaian pendidikan lanjutan yang panjang ini mencerminkan betapa spesifik dan berjenjangnya kompetensi yang harus dikuasai dalam bidang penanganan bahan peledak.
Selama 26 tahun berkarier, tugas utama Juli adalah melakukan pengamanan, pengawasan, dan pengendalian bahan peledak komersial di seluruh wilayah Indonesia — mulai dari kawasan pertambangan hingga area industri yang menggunakan bahan peledak untuk kepentingan produksi. Pekerjaan ini menuntut fokus, kejujuran, ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tinggi mengingat objek yang dihadapi sangat berbahaya, namun di sisi lain sangat bermanfaat bagi dunia pertambangan dan kesejahteraan serta kemakmuran yang dihasilkannya.
Kepada siswa dari semua jenjang, Juli membagikan pengalaman kerja sebagai polisi yang membidangi bahan peledak, sekaligus mengangkat topik seputar pengembangan diri dan tantangan profesi di bidang teknik dan kemiliteran/kepolisian. Sesi yang ia bawakan berupa berbagi pengalaman dan cerita profesi, presentasi materi menggunakan slide proyektor, serta sesi tanya jawab interaktif dengan siswa — sesuai permintaan khusus yang ia sampaikan kepada panitia agar materi dapat ditayangkan dalam format PPT atau PDF.
Ia menegaskan bahwa jalur menuju profesinya dapat ditempuh dengan melanjutkan pendidikan Polri setelah SMA, sebuah jalur karier yang mungkin belum banyak dilirik siswa namun menawarkan spesialisasi langka dan sangat dibutuhkan negara. Menurutnya, lingkungan kerja yang sangat khusus, kompetensi khusus, material khusus, hingga lingkungan tugas yang khusus pula menjadikan profesinya berbeda dari pekerjaan kepolisian pada umumnya.
"Terus belajar, dunia membutuhkanmu, kembangkan diri di manapun dan kapanpun," pesan Juli kepada para siswa, mengajak mereka untuk tidak berhenti mengasah kemampuan meski telah menekuni suatu profesi, sebagaimana yang ia jalani sendiri sepanjang lebih dari dua dekade kariernya yang terus diwarnai pendidikan dan pelatihan baru.
Kisah Juli Purbowo menjadi pengingat bahwa alumni SMA Negeri 1 Purbalingga turut mengabdi di bidang-bidang khusus yang jarang terekspos ke publik, namun sangat vital bagi keamanan nasional dan kesejahteraan masyarakat luas. Kehadirannya membuka wawasan baru bagi siswa tentang ragam profesi di lingkup Polri yang jauh melampaui gambaran umum tugas kepolisian sehari-hari.
Bagikan artikel ini: