Logo SMA Negeri 1 Purbalingga

SMA Negeri 1

Purbalingga

BerandaBeritaAgendaLiterasiDana BOSKonversi SoalKontak
Elsmansa
Beranda
SejarahVisi & MisiGuru & Staff
BeritaAgendaLiterasiDana BOSKonversi SoalKontak
Elsmansa
Logo SMA Negeri 1 Purbalingga

SMA Negeri 1

Purbalingga

Sekolah unggulan dengan prestasi akademik dan non-akademik terbaik di Kabupaten Purbalingga.

Tautan Cepat

  • Sejarah
  • Visi & Misi
  • Berita
  • Agenda
  • Hubungi Kami

Kontak

  • Jl. Mayjen Sungkono No. 1, Purbalingga, Jawa Tengah 53311
  • (0281) 891234
  • [email protected]
  • Senin - Kamis: 07.00 - 15.30 WIB Jumat: 07.00 - 14.00 WIB

Media Sosial

© 2026 SMA Negeri 1 Purbalingga. All rights reserved.

Developed by Meiseti Awan

Kembali ke Berita
kegiatan

Berkeliling Afrika hingga Timur Tengah, Wahyu Prasetya Bagikan Kisah Karier di Industri Migas Global

Admin18 Agustus 20260 kali dilihat
Berkeliling Afrika hingga Timur Tengah, Wahyu Prasetya Bagikan Kisah Karier di Industri Migas Global

Dalam kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" SMA Negeri 1 Purbalingga yang berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026 sebagai kolaborasi sekolah, IKAGA, dan orang tua siswa, hadir Wahyu Prasetya, alumnus angkatan 1991 yang kini menjabat Digital Customer Success Manager di Schlumberger, salah satu perusahaan jasa minyak dan gas terbesar di dunia.

Setelah lulus SMA pada 1991, Wahyu diterima di Institut Teknologi Bandung mengambil jurusan Geofisika pada 1992. Ia memulai kariernya di Baker Hughes selama lima tahun, sebelum pindah ke Schlumberger dan bertahan hingga 20 tahun sampai sekarang. Sepanjang kariernya, ia telah menjalani penugasan mobile di berbagai belahan dunia, mulai dari Afrika, Timur Tengah, hingga Asia, dengan keahlian utama pada pemodelan dan interpretasi geofisika (geophysical modeling and interpretation) yang menjadi inti pekerjaannya di industri energi.

Kepada siswa kelas XII, Wahyu membagikan pengalaman seputar dunia perkuliahan, persiapan memasuki dunia kerja, teknologi dan digital, serta tantangan dan peluang profesi di industri energi global, melalui sesi berbagi pengalaman dan tanya jawab interaktif. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri, karakter, dan kelayakan kinerja (performance feasibility) sebagai bekal utama sebelum terjun ke dunia kerja internasional yang menuntut mobilitas tinggi dan adaptasi lintas budaya. Jalur pendidikan IPA dan teknik, menurutnya, menjadi salah satu pintu masuk menuju profesi di bidang geofisika dan energi, sebagaimana yang ia tempuh sendiri melalui jurusan Geofisika ITB.

Dengan pengalaman bertugas secara mobile di berbagai negara selama dua dekade lebih, kisah Wahyu Prasetya memberi gambaran nyata kepada siswa tentang peluang karier internasional yang terbuka bagi lulusan bidang sains dan teknik, sekaligus membuktikan bahwa alumni SMA Negeri 1 Purbalingga mampu bersaing di industri global yang sangat kompetitif seperti sektor minyak dan gas.

Kehadirannya dalam kegiatan ini turut memperkaya wawasan siswa mengenai dunia kerja lintas negara yang menuntut adaptasi tinggi terhadap budaya dan lingkungan kerja yang beragam, sebuah perspektif yang jarang didapatkan siswa dari narasumber yang berkarier di dalam negeri saja. Sesi yang ia bawakan menjadi pengingat bahwa bekal akademik yang kuat di bidang sains dan teknik, jika dipadukan dengan kesiapan mental menghadapi lingkungan kerja asing, dapat membuka pintu karier hingga ke berbagai benua sekaligus.

Bagi siswa kelas XII yang sebentar lagi akan menentukan pilihan studi lanjut, kisah Wahyu Prasetya menjadi salah satu contoh nyata bagaimana jurusan geofisika — bidang yang mungkin belum banyak dikenal siswa SMA — dapat mengantarkan seseorang pada karier di perusahaan multinasional dengan jangkauan kerja lintas benua, jauh melampaui bayangan awal tentang profesi di bidang sains kebumian.

Bagikan artikel ini: