Dari Bali hingga Telkom, Mochamad Arnas Risqianto Bagikan Lika-liku Karier sebagai Software Engineer

SMA Negeri 1 Purbalingga menyelenggarakan kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" pada Sabtu, 15 Agustus 2026, hasil kolaborasi sekolah, IKAGA, dan orang tua siswa. Salah satu narasumber yang hadir adalah Mochamad Arnas Risqianto, alumnus angkatan 1998 yang juga orang tua siswa kelas XI, kini berkarier sebagai Software Engineer di KRUSITAtech.
Setelah lulus SMA, Arnas sempat diterima di tiga program studi berbeda — S1 Informatika Universitas Islam Indonesia, S1 Geografi UGM, dan D3 Teknik Mesin UGM — sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan di D3 Teknik Mesin UGM. Ia memulai kariernya sebagai programmer di Bali, kemudian sejak 2007 bekerja secara remote dengan sebuah perusahaan Amerika Serikat hingga 2015. Pada 2015, ia mendirikan perusahaan sendiri di Jakarta hingga terhenti akibat pandemi COVID-19 pada 2020, sebelum akhirnya bergabung dengan Telkom sejak 2021 hingga saat ini — total 22 tahun perjalanan kariernya di dunia teknologi. Perjalanan kariernya secara lebih lengkap dapat ditelusuri melalui situs pribadinya, arnas.web.id.
Kepada siswa dari semua jenjang, Arnas membagikan pengalaman bekerja sebagai programmer serta perkembangan dunia kerja di era teknologi digital, melalui sesi berbagi pengalaman dan tanya jawab interaktif bersama siswa. Ia menjelaskan bahwa tugas utamanya adalah merancang sistem dan aplikasi, dengan keterampilan pemrograman serta pemahaman algoritma dan struktur data sebagai fondasi utama profesi ini. Jalur pendidikan Teknik Informatika, menurutnya, menjadi salah satu jalan masuk yang relevan menuju profesi software engineer, meski dirinya sendiri justru menempuh jalur D3 Teknik Mesin sebelum akhirnya berkarier penuh di bidang perangkat lunak.
Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah memecahkan masalah kompleks di tengah perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat, termasuk proses debugging atau bug solving yang menuntut ketelitian tinggi — namun justru hal itulah yang paling ia nikmati dari pekerjaannya, yakni kesempatan untuk memecahkan masalah dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat melalui teknologi.
"Jangan takut untuk belajar dan mencoba hal-hal baru, terutama di bidang teknologi," pesan Arnas kepada para siswa.
Kisah Mochamad Arnas Risqianto menjadi gambaran nyata bagi siswa tentang fleksibilitas karier di dunia teknologi, mulai dari bekerja lepas untuk perusahaan luar negeri, membangun usaha sendiri, hingga bergabung dengan perusahaan telekomunikasi nasional. Sebagai alumni yang kini juga orang tua siswa, kehadirannya memberi contoh nyata bagaimana penguasaan teknologi dapat membuka jalan karier yang fleksibel dan lintas batas negara, sekaligus tetap menjaga keterlibatan dalam pendidikan anak di sekolah yang sama dengan almamaternya dahulu.
Bagi siswa yang tertarik pada dunia teknologi dan digital, sesi yang dibawakan Arnas menjadi salah satu materi paling relevan dengan tuntutan zaman, mengingat kebutuhan tenaga profesional di bidang perangkat lunak terus meningkat seiring transformasi digital di berbagai sektor industri, tak terkecuali di daerah asalnya sendiri, Purbalingga, tempat ia kini menetap sembari terus berkarier secara remote maupun di kantor.
Bagikan artikel ini: