Dari Bidan Desa ke Kepala Penjaminan Mutu, Perjalanan Cumlaude Dr. Susilo Rini yang Tak Selalu Sesuai Rencana

SMA Negeri 1 Purbalingga menggelar kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" pada Sabtu, 15 Agustus 2026, hasil kolaborasi sekolah, IKAGA, dan orang tua siswa. Salah satu narasumber yang membagikan kisah inspiratif adalah Dr. Susilo Rini, S.ST., M.Kes, alumnus angkatan 2003 yang kini menjabat Kepala Badan Penjaminan Mutu Eksternal Universitas Harapan Bangsa, Purwokerto.
Setelah lulus SMA, Rini sempat diterima di PGSD Universitas Negeri Yogyakarta, namun akhirnya memilih menempuh D III Kebidanan di AKBID Paguwarmas (2003-2006) dan D IV Bidan Pendidik di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (2009-2010). Ia melanjutkan S2 Promosi Kesehatan konsentrasi Kesehatan Reproduksi dan HIV/AIDS di Universitas Diponegoro (2011-2014) dengan beasiswa YPDP, lalu S3 Pemberdayaan Masyarakat peminatan Promosi Kesehatan di Universitas Sebelas Maret (2021-2024) dengan beasiswa BPI, tanpa pernah luput dari predikat cumlaude di setiap jenjangnya. Ia juga pernah meraih Beasiswa Vocational Competency Retooling Scholarship Program dari Kemenristekdikti untuk belajar di Melbourne, Australia, pada 2019.
Kariernya dimulai sebagai Bidan PTT Kementerian Kesehatan (2007-2010), lalu menjadi dosen Universitas Harapan Bangsa sejak 2011. Pengalaman kepemimpinannya mencakup Sekretaris dan Ketua Program Studi Kebidanan, hingga sejak 2025 menjabat Kepala Badan Penjaminan Mutu Eksternal, sekaligus Ketua PKBI Banyumas periode 2024-2027, Owner Momby Mom and Baby Care, serta penulis sejumlah buku kesehatan.
Kepada siswa kelas XII, Rini membagikan kisah tentang pindah haluan dari PGSD ke bidang kesehatan karena keinginan orang tua, pengalaman bertugas sebagai bidan di desa terpencil jauh dari rumah sakit, hingga perjalanan meraih beasiswa pendidikan berjenjang sampai program short course di Melbourne. Sesi ini dibawakan dalam bentuk berbagi pengalaman, presentasi materi, tanya jawab, hingga simulasi praktik sederhana dan demonstrasi peralatan profesi kebidanan.
Ia menjelaskan bahwa tugas utamanya kini meliputi mengajar, penelitian, pengabdian, serta memastikan institusi memenuhi standar mutu pendidikan tinggi. Tantangan terbesarnya adalah memastikan pembelajaran selalu relevan dengan perkembangan ilmu kesehatan yang sangat cepat, sekaligus memimpin dan merangkul semua kalangan agar institusi meraih akreditasi unggul. Ia menekankan bahwa konsistensi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta doa restu orang tua adalah sistem pendukung terbaik dalam meniti karier.
"Jadilah manusia sukses yang bermanfaat. Jika belum bisa, setidaknya jangan menyusahkan. Berani, Berproses, Bermanfaat," pesan Rini kepada para siswa, sebuah moto yang ia jadikan pegangan sepanjang perjalanan pendidikan dan kariernya yang panjang dan berliku.
Kisah Dr. Susilo Rini menjadi bukti nyata bahwa perjalanan hidup yang tidak selalu sesuai rencana awal justru dapat membawa seseorang pada pencapaian akademik dan profesional yang gemilang, sekaligus menegaskan pentingnya jejaring dan pengalaman lintas budaya dalam pengembangan karier di bidang kesehatan dan pendidikan tinggi.
Bagi siswa kelas XII yang tengah bersiap memasuki jenjang pendidikan tinggi maupun dunia kerja, sesi yang dibawakan Dr. Susilo Rini memberi gambaran konkret bahwa jalur karier di bidang kesehatan tidak hanya berhenti pada peran klinis sebagai bidan, tetapi dapat berkembang jauh lebih luas hingga ke ranah manajemen mutu pendidikan tinggi, organisasi kemasyarakatan, kewirausahaan, bahkan dunia kepenulisan.
Bagikan artikel ini: