Jangan Takut Bermimpi Tinggi, Pesan dr. Ajeng Destian Suparwi kepada Siswa SMA Negeri 1 Purbalingga

Kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" SMA Negeri 1 Purbalingga yang digelar Sabtu, 15 Agustus 2026 sebagai kolaborasi sekolah, IKAGA, dan orang tua siswa, turut menghadirkan dr. Ajeng Destian Suparwi, M.Biomed (AAM), alumnus angkatan 2006 yang kini berkarier di bidang kedokteran estetika.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Purbalingga, Ajeng melanjutkan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan langsung terjun ke dunia kedokteran estetik begitu lulus. Namun perjalanan kariernya tidak selalu mulus: ia sempat vakum sekitar empat hingga lima tahun ketika harus pindah ke Solo mendampingi sang suami menempuh pendidikan spesialis. Setelah suaminya menyelesaikan studi, Ajeng kembali melanjutkan pendidikan magister di bidang biomedical science dengan konsentrasi stem cell dan antiaging di UNISSULA, dan kini tengah menempuh pendidikan doktoral pada bidang keilmuan yang sama, sembari menjalankan DESTSkin Beauty Clinic di Purbalingga dan Banjarnegara sebagai pemilik klinik selama 15 tahun terakhir.
Tugas Ajeng sehari-hari terbagi menjadi dua ranah: mengelola bisnis klinik kecantikan yang ia dirikan, sekaligus menjalankan riset penelitian di bidang biomedical science yang menjadi fokus studi lanjutannya. Perpaduan antara peran sebagai praktisi klinis, pengusaha, dan peneliti ini menjadikan perjalanan kariernya cukup unik dibanding alumni lain yang murni berkarier sebagai dokter praktik.
Di hadapan siswa dari semua jenjang, Ajeng berbagi kisah tentang perjalanan meraih cita-cita, kewirausahaan, motivasi belajar, serta tantangan dan peluang di dunia profesi kesehatan. Sesi yang ia bawakan meliputi berbagi pengalaman dan cerita profesi, presentasi materi, serta sesi tanya jawab interaktif bersama siswa. Ia menekankan bahwa keterampilan komunikasi menjadi salah satu bekal paling penting bagi siapa pun yang ingin menekuni jalur kedokteran sekaligus mengelola bisnis kesehatan, mengingat seorang dokter-pengusaha harus mampu berkomunikasi baik dengan pasien maupun dengan mitra bisnis dan tim kerjanya.
Jalur pendidikan menuju profesi yang ia tekuni, menurutnya, dapat ditempuh melalui Fakultas Kedokteran — jalur yang memang menuntut waktu panjang dan konsistensi tinggi, sebagaimana yang telah ia buktikan sendiri melalui jenjang S1, S2, hingga kini S3 yang tak kunjung berhenti ia tempuh meski telah berkarier bertahun-tahun.
Pesan utama yang ia sampaikan kepada siswa sederhana namun kuat: jangan pernah takut untuk bermimpi setinggi-tingginya. Pesan ini sejalan dengan perjalanan hidupnya sendiri, yang membuktikan bahwa jeda dan tantangan dalam karier — termasuk vakum bertahun-tahun demi mendampingi keluarga — bukan halangan untuk terus berkembang hingga jenjang pendidikan tertinggi sekalipun.
Kehadiran dr. Ajeng menjadi inspirasi khusus bagi siswa yang tertarik pada dunia sains dan kesehatan, sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan karier tidak selalu linear. Sesi yang ia bawakan memberi gambaran nyata bagaimana seorang alumni SMA Negeri 1 Purbalingga dapat menyeimbangkan peran sebagai profesional, pengusaha, sekaligus akademisi yang terus menempuh pendidikan lanjutan.
Bagikan artikel ini: