Kembangkan Layanan Kateterisasi Jantung di Purbalingga, dr. Rahageng Wida Kusuma Bicara Soal Grit

SMA Negeri 1 Purbalingga menggelar kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" pada Sabtu, 15 Agustus 2026, hasil kolaborasi sekolah, IKAGA, dan orang tua siswa. Salah satu narasumber yang hadir adalah dr. Rahageng Wida Kusuma, Sp.JP(K), FIHA, orang tua siswa kelas XI Sains A2, yang kini berkarier sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga.
Rahageng menyelesaikan pendidikan S1 Kedokteran Umum di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 2009, dan mulai bekerja sebagai dokter di RSUD Goeteng Taroenadibrata sejak 2010 hingga sekarang, genap 17 tahun mengabdi di rumah sakit daerah tersebut. Pada 2016-2021, ia memperoleh beasiswa dari Kementerian Kesehatan untuk menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Diponegoro, dilanjutkan program fellowship Konsultan Kardiologi Intervensi di RSUP Kariadi Semarang pada 2025-2026, juga melalui beasiswa Kementerian Kesehatan. Kini, ia turut mengembangkan Laboratorium Kateterisasi Jantung dan pusat jantung terpadu di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga — layanan kesehatan jantung tingkat lanjut yang sebelumnya sulit diakses masyarakat di daerah tanpa harus dirujuk ke kota besar.
Kepada siswa kelas XII, Rahageng mengangkat tema "grit" — ketahanan mental dalam perjalanan meraih cita-cita, melalui sesi berbagi pengalaman dan tanya jawab interaktif dengan siswa. Tema ini sejalan dengan pengalamannya sendiri menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis yang panjang, menuntut dedikasi tinggi, dan harus dijalani sambil terus bertugas melayani pasien di rumah sakit daerah.
Tugas utamanya sehari-hari adalah memeriksa dan mengobati pasien penyakit jantung dan pembuluh darah, dengan tantangan terbesar berupa upaya mengatasi penyakit sebelum berujung pada komplikasi yang fatal bagi pasien. Ketepatan diagnosis dan pengobatan menjadi keterampilan yang paling ia andalkan dalam menjalankan profesinya sebagai konsultan kardiologi intervensi, sebuah subspesialisasi yang menuntut presisi tinggi dalam setiap tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien jantung.
"Niatkan belajar dan bekerja untuk meraih ridho Allah," pesan dr. Rahageng kepada para siswa SMA Negeri 1 Purbalingga, menegaskan bahwa motivasi spiritual menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalani profesi yang menuntut ketekunan dan pengorbanan panjang seperti dunia kedokteran spesialis.
Kehadiran dr. Rahageng Wida Kusuma menjadi bukti bahwa layanan kesehatan jantung tingkat lanjut kini dapat berkembang di Purbalingga, berkat dedikasi tenaga medis yang juga merupakan bagian dari keluarga besar sekolah ini sebagai orang tua siswa. Perjalanan panjangnya, mulai dari beasiswa pendidikan spesialis hingga fellowship subspesialis yang ditempuh sembari terus bertugas, menjadi teladan nyata tentang ketahanan mental yang ia sebut sebagai "grit" bagi siswa yang bercita-cita menjadi dokter spesialis di kemudian hari.
Bagikan artikel ini: