Ketua Jurusan Ilmu Politik Unsoed, Indaru Setyo Nurprojo Ajak Siswa Pahami Tantangan Generasi Z

SMA Negeri 1 Purbalingga menggelar kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" pada Sabtu, 15 Agustus 2026, hasil kolaborasi sekolah, IKAGA, dan orang tua siswa. Salah satu narasumber yang hadir adalah Indaru Setyo Nurprojo, alumnus angkatan 1995 yang kini menjabat Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.
Setelah lulus SMA pada 1995 dari jurusan A3, Indaru diterima di jurusan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, dan menyelesaikan studinya pada 2000. Ia kemudian diterima sebagai dosen di FISIP Unsoed pada 2003, sebelum melanjutkan pendidikan magister di FISIPOL UGM pada 2007 dan program doktoral di jurusan yang sama pada 2013, menuntaskan seluruh jenjang pendidikannya pada bidang ilmu politik yang konsisten ia geluti sejak masa kuliah. Dengan keahlian di bidang politik lokal dan politik lingkungan, ia telah menekuni dunia akademik selama 23 tahun sebagai dosen yang menjalankan tridarma perguruan tinggi: mengajar, riset, dan pengabdian masyarakat.
Di hadapan siswa kelas X, Indaru mengajak mereka memahami potensi diri masing-masing sekaligus tantangan yang dihadapi generasi Z saat ini — sebuah topik yang ia pilih sendiri sebagai materi khusus, mengingat pemahaman terhadap karakter generasi muda menjadi bagian dari kajiannya di bidang ilmu sosial dan politik. Sesi ini dibawakan dalam bentuk berbagi pengalaman dan cerita profesi, ditambah sesi tanya jawab interaktif yang memungkinkan siswa bertanya langsung mengenai isu-isu terkini seputar dunia mereka.
Ia menekankan pentingnya sikap adaptif dan komunikatif dalam menghadapi perubahan zaman, dua keterampilan yang menurutnya paling dibutuhkan siapa pun yang bergelut di dunia akademik maupun sosial-politik. Menariknya, ia juga menegaskan bahwa jalur menjadi dosen sesungguhnya terbuka bagi lulusan dari semua jurusan atau program studi, bukan hanya bidang sosial-politik seperti yang ia tekuni — sebuah pesan yang membuka wawasan siswa bahwa profesi akademik tidak terbatas pada bidang keilmuan tertentu saja.
Tantangan terbesar dalam profesinya, menurut Indaru, adalah beradaptasi pada pengembangan kompetensi diri sekaligus tuntutan lingkungan akademik yang terus berubah, sementara hal yang paling ia sukai dari profesinya adalah kesempatan untuk selalu belajar dan memperbarui materi perkuliahan setiap tahunnya.
"Terus kembangkan skill dan kompetensi kita," pesan Indaru kepada para siswa, mengingatkan bahwa dunia akademik menuntut pembelajaran dan pembaruan pengetahuan yang tidak pernah berhenti, sama seperti perjalanan panjang pendidikannya sendiri dari S1 hingga S3 pada bidang yang konsisten sama.
Kehadiran Indaru Setyo Nurprojo memberi gambaran kepada siswa tentang jalur karier akademik di perguruan tinggi, sekaligus menegaskan bahwa profesi dosen terbuka luas bagi siapa pun yang memiliki semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri, tidak peduli dari jurusan apa mereka berasal saat menempuh pendidikan sarjana.
Bagikan artikel ini: