Menata Ekonomi, Menata Negeri: Gunanto Eko Saputro, S.Hut., M.Si.,

Kegiatan Alumni Mengajar SMA Negeri 1 Purbalingga kembali menghadirkan pembelajaran yang berbeda dan sarat makna. Di kelas XI Sosial A-2 peminatan Soshum, Sospol, dan Ekonomi, Gunanto Eko Saputro, S.Hut., M.Si., Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga, hadir membawa pengalaman sekaligus cerita tentang tanah kelahiran yang dekat dengan kehidupan para siswa: sejarah Purbalingga.
Tidak hanya berbicara tentang perekonomian, pemerintahan, dan dinamika sosial, Gunanto mengajak peserta didik melihat Purbalingga melalui perspektif sejarah. Salah satu kisah yang dibagikan adalah jejak perjuangan Raden Prawatasari dan keberadaan Benteng Kertanegara di wilayah yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Purbalingga.
Kisah tersebut membuka jendela baru bagi para siswa bahwa daerah yang mereka tinggali menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Pada awal abad ke-18, wilayah Kertanegara tercatat dalam sumber sejarah terkait perlawanan Raden Prawatasari terhadap VOC. Sebuah peta kuno bertarikh 1706 dalam koleksi digital Perpustakaan Universitas Leiden bahkan memuat gambaran benteng di Cartanagara serta menyebut pertempuran dengan Radin Parwata Sari.
Raden Prawatasari sendiri dikenal sebagai tokoh perlawanan dari Cianjur yang gerakannya meluas hingga wilayah Priangan dan Banyumas. Dalam catatan yang dibahas Gunanto, setelah pasukannya terdesak, Prawatasari dan pengikutnya menyingkir ke wilayah Kertanegara. Pada 1706, pasukan VOC di bawah Kapiten Zacharias Bintang berhasil memukul mundur pasukan Prawatasari dari wilayah tersebut. Setelah itu, benteng pertahanan disebut dibangun di Kertanegara.
Pembahasan menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan upaya penelusuran jejak benteng tersebut. Artikel yang menjadi salah satu rujukan kisah tersebut mencatat adanya temuan struktur batu bata kuno di Desa Condong, Kecamatan Kertanegara, yang kemudian ditinjau oleh pihak terkait untuk proses verifikasi. Temuan itu menjadi bagian dari teka-teki sejarah yang hingga kini masih menarik untuk ditelusuri lebih jauh.
Bagi siswa peminatan Soshum, Sospol, dan Ekonomi, kisah tersebut menjadi lebih dari sekadar cerita masa lampau. Sejarah mengajarkan mereka untuk memahami bagaimana sebuah wilayah terbentuk, bagaimana masyarakat menghadapi perubahan, serta bagaimana berbagai peristiwa masa lalu turut membentuk identitas daerah hingga hari ini.
Dari sosok Gunanto Eko Saputro, para siswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai dunia pemerintahan dan perekonomian daerah, tetapi juga diajak untuk mengenali tanah tempat mereka tumbuh melalui sejarahnya.
Sebab, mengenal sejarah bukan sekadar mengingat nama dan tahun. Ia adalah cara untuk memahami siapa kita, dari mana kita berasal, dan nilai apa yang dapat kita wariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui kegiatan Alumni Mengajar, ruang kelas SMA Negeri 1 Purbalingga pun menjadi ruang perjumpaan antara masa lalu dan masa depan. Sejarah Purbalingga dituturkan hari ini agar generasi muda tidak hanya menjadi pewaris daerah, tetapi juga menjadi penjaga ingatan dan penerus kebaikannya.
Bagikan artikel ini: