Meneladani Keteladanan Rasulullah, Merawat Toleransi di SMA Negeri 1 Purbalingga

Purbalingga, 26 Agustus 2026 — Keluarga besar SMA Negeri 1 Purbalingga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertepatan dengan 1448 H. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.15 WIB tersebut menjadi momentum bagi siswa Muslim untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai keteladanan yang beliau ajarkan.
Peringatan Maulid Nabi secara khusus diikuti oleh siswa beragama Islam dengan menghadirkan Ibu Lisa Nuarafifah, S.Pd., A.H. sebagai pembicara. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para siswa untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk memahami dan menghidupkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap sesama menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan. Nilai tersebut relevan bagi generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
Sementara itu, siswa yang beragama selain Islam mengikuti kegiatan “Creative Talk” sebagai ruang belajar dan pengembangan diri yang disesuaikan dengan keberagaman peserta didik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menghadirkan ruang pendidikan yang tetap aktif, inspiratif, dan menghargai keberagaman keyakinan seluruh warga sekolah.
Pelaksanaan dua kegiatan secara berdampingan tersebut mencerminkan semangat SMA Negeri 1 Purbalingga dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif. Setiap siswa diberikan ruang untuk bertumbuh sesuai dengan keyakinan dan kebutuhannya, sembari tetap berada dalam semangat kebersamaan sebagai satu keluarga besar sekolah.
Peringatan Maulid Nabi pun menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan semata tentang pencapaian akademik, melainkan juga tentang membangun karakter, memperkuat nilai kemanusiaan, dan belajar hidup berdampingan dalam keberagaman.
Di tengah perbedaan, sekolah menghadirkan ruang untuk belajar bersama. Sebab, keberagaman bukan sekadar sesuatu yang diterima, melainkan nilai yang perlu dirawat agar menjadi kekuatan bersama.
Bagikan artikel ini: