Tinggalkan Kampus, Tri Bowo Pangestika Rintis Agroeduwisata Melon Hidroponik di Purbalingga

Dalam kegiatan "Alumni dan Orang Tua Mengajar" SMA Negeri 1 Purbalingga yang berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026 sebagai kolaborasi sekolah, IKAGA, dan orang tua siswa, hadir Tri Bowo Pangestika, alumnus angkatan 2008 yang kini menjadi Pemilik sekaligus Direktur Agroeduwisata Artansi, Purbalingga.
Setelah lulus SMA, Tri Bowo menempuh pendidikan S1 Pendidikan Akuntansi di Universitas Sebelas Maret (UNS), lalu melanjutkan S2 Pendidikan Ekonomi sambil bekerja sebagai asisten staf ahli rektor UNS, dan kemudian mengajar di program studi ekonomi kampus yang sama. Sejak masa pandemi COVID-19, ia menemukan peluang baru di bidang pertanian dan mulai merintis budi daya melon hidroponik dengan sistem greenhouse, hingga akhirnya memutuskan mengambil keputusan besar untuk keluar dari pekerjaannya sebagai staf dan pengajar di kampus. Kini, usahanya telah berkembang menjadi agroeduwisata dengan konsep pertanian terintegrasi selama lima tahun terakhir.
Kepada siswa kelas XII dan seluruh jenjang, Tri Bowo membagikan pengalaman tentang kewirausahaan, teknologi dan digital, serta pengembangan diri melalui kisah nyata membangun usaha pertanian dari nol, dalam sesi berbagi pengalaman, presentasi materi, dan tanya jawab interaktif. Ia menekankan bahwa masih banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan dari desa, dengan tugas utamanya kini adalah memimpin, melakukan inovasi, membangun sistem, dan mengembangkan jejaring usaha agroeduwisata yang ia rintis dari nol.
Keterampilan manajemen dan kepemimpinan, inovasi, serta kemampuan menangkap peluang menjadi bekal utama yang ia andalkan dalam menjalankan usahanya. Jalur pendidikan menuju profesi wirausaha pertanian, menurutnya, sesungguhnya terbuka bagi lulusan dari semua jurusan, tidak terbatas pada bidang pertanian saja — sebagaimana yang ia buktikan sendiri dengan latar belakang pendidikan akuntansi dan ekonomi. Tantangan sekaligus hal yang paling ia sukai dari profesinya adalah terus melakukan inovasi untuk menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi dalam mengembangkan agroeduwisata.
"Belajar dan pendidikan adalah salah satu pondasi untuk mencapai kesuksesan, terlepas dari apa profesi yang digeluti," pesan Tri Bowo kepada para siswa SMA Negeri 1 Purbalingga, menegaskan bahwa latar belakang pendidikan yang kuat tetap menjadi modal penting meski akhirnya berkarier di bidang yang berbeda dari jurusan kuliah.
Kisah Tri Bowo Pangestika, dari dunia akademik kampus hingga menjadi pengusaha agrowisata, membuktikan bahwa peluang usaha dapat lahir dari mana saja, termasuk dari sektor pertanian di desa sekalipun, asalkan dibarengi keberanian mengambil risiko dan konsistensi mengembangkan inovasi di tengah keterbatasan.
Mengingat karakter Purbalingga yang masih kental dengan nuansa agraris, materi yang dibawakan Tri Bowo terasa relevan bagi siswa untuk melihat sektor pertanian dari sudut pandang baru — bukan sekadar bertani secara konvensional, melainkan sebagai bisnis modern yang memadukan teknologi hidroponik, konsep edukasi, dan wisata sekaligus dalam satu kawasan usaha yang terintegrasi.
Bagikan artikel ini: