Tafsir Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 103

TAFSIR QS. AN-NISA AYAT 103: SOLAT & DZIKIR
Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menjelaskan bahwa QS. An-Nisa ayat 103 menekankan dua hal pokok: kewajiban mengingat Allah (dzikir) setelah shalat dalam kondisi apapun (bahkan saat perang), dan ketetapan waktu shalat wajib yang tidak boleh diubah.
Berikut adalah penjabaran poin-poin penting dari ayat tersebut berdasarkan karya Buya Hamka:
Kelanjutan dari Shalat Khauf
Ayat ini merupakan penutup dari rangkaian ayat tentang shalat khauf (shalat dalam keadaan takut atau perang). Allah memberikan keringanan tata cara shalat saat genting agar ibadah tidak ditinggalkan. Begitu shalat selesai, umat Islam diperintahkan untuk segera berdzikir (mengingat Allah) baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring.Perlunya Kedekatan dengan Allah
Buya Hamka menggarisbawahi bahwa hubungan seorang mukmin dengan Allah tidak boleh terputus hanya karena shalat telah selesai. Melalui dzikir, umat Islam senantiasa menyadari kehadiran Allah, yang akan memberikan ketenangan batin dan keberanian, sebagai bekal dalam menghadapi berbagai cobaan hidup atau musuh.Shalat adalah Kewajiban Waktu Tertentu (Kitaban Mauquta)
Ayat ini ditutup dengan kalimat: Innas-salata kanat 'alal-mu'minina kitaban mauqu-ta. Artinya: "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman". Hamka menjelaskan, kalimat ini adalah penegasan mutlak bahwa shalat lima waktu tidak boleh diundur-undur atau disepelekan. Waktu yang telah ditetapkan Allah adalah bagian dari syarat sah shalat.Makna Mendirikan Shalat
Dalam tafsir ini, mendirikan shalat (iqamah) bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Shalat harus didirikan dengan kesadaran penuh dan tata cara yang baik, serta dijiwai sepanjang waktu melalui tindakan nyata dan akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, Buya Hamka menegaskan bahwa umat Islam harus disiplin waktu (kitaban mauqu-ta) dan tidak boleh membatasi ingatan kepada Allah hanya di atas sajadah saja.
Dalam Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab menjelaskan QS. An-Nisa ayat 103 memuat dua perintah utama: dzikir setelah sholat dan kewajiban sholat tepat waktu. Ketika keadaan telah aman, sholat harus kembali dikerjakan dengan sempurna, karena sholat adalah ketetapan yang terikat dengan waktu.
Berikut adalah penjabaran makna ayat tersebut:
Perintah Berdzikir Usai Sholat (Dzikir dalam Segala Keadaan)
Kalimat "ingatlah Allah di waktu berdiri, duduk, dan berbaring" mengajarkan bahwa hubungan dengan Allah tidak boleh putus. Setelah sholat, umat Islam dianjurkan untuk terus berdzikir (mengingat Allah) dalam aktivitas apa pun.
Berdiri = saat sehat dan kuat.
Duduk = saat mengalami kesulitan fisik atau sakit.
Berbaring = dalam kondisi yang sangat lemah.
Sholat adalah Kewajiban yang Ditentukan Waktunya (Kitaban Mauquta)
Ayat ini menegaskan bahwa sholat adalah kewajiban dengan batas waktu yang pasti. Menurut Quraish Shihab, penekanan ini sangat penting, terutama setelah adanya keringanan (rukhsah) seperti Sholat Khauf (sholat saat perang atau dalam ketakutan). Jika keadaan sudah aman, sholat wajib dikerjakan dengan sempurna sesuai tata cara dan waktu yang telah ditetapkan.Hikmah Menjaga Sholat dan Dzikir
Dalam konteks masa perang (jihad), perintah ini memberikan makna bahwa dzikir dan doa menjaga mental umat Islam tetap tenang dan tidak mudah menyerah. Segala ujian, baik di medan perang maupun masalah sehari-hari, harus dihadapi dengan selalu mengingat Allah.
QS. An-Nisa ayat 103 adalah perintah untuk terus mengingat Allah (berdzikir) dalam segala kondisi setelah salat, serta penegasan bahwa salat wajib memiliki waktu yang pasti. Berikut adalah ringkasan inti dari Tafsir Ibnu Katsir:
Perintah Berdzikir Setelah Salat
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa setelah selesai melaksanakan Salat Khauf (salat dalam keadaan takut atau perang) yang telah dipermudah tata caranya pada ayat sebelumnya, umat Islam diperintahkan untuk tetap mengingat Allah (berdzikir). Dzikir ini harus dilakukan dalam setiap keadaan, baik sambil berdiri, duduk, maupun berbaring.Salat Memiliki Waktu yang Ditentukan
Ayat ini ditutup dengan kalimat: "Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
Ibnu Abbas dan para ulama salaf (sahabat dan tabi'in) menafsirkan kitaban mauquuta berarti salat memiliki waktu-waktu khusus yang telah ditetapkan. Hal ini diibaratkan seperti ibadah Haji yang tidak boleh dikerjakan di luar waktu yang telah ditentukan oleh syariat.
Secara keseluruhan, ayat ini mengajarkan kita untuk tidak melupakan Allah dalam situasi genting apa pun, serta menekankan pentingnya menjaga waktu-waktu salat fardu dalam kondisi normal maupun sulit.
Dalam QS. An-Nisa ayat 103, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk selalu mengingat-Nya (berdzikir) dalam segala keadaan setelah selesai salat, dan menegaskan bahwa salat fardhu memiliki waktu-waktu khusus yang wajib ditepati. Berikut adalah tafsir wajiz yang lebih lengkap:
Perintah Berdzikir: Setelah selesai melaksanakan salat (terutama salat dalam keadaan darurat atau perang), umat Islam diwajibkan untuk terus berdzikir atau mengingat Allah SWT. Dzikir ini bisa dilakukan dalam posisi apa saja, baik ketika berdiri, duduk, maupun berbaring.
Salat Sesuai Waktu: Jika keadaan telah aman, salat harus dikerjakan dengan sempurna sebagaimana mestinya. Allah SWT berfirman bahwa salat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman (Innas-ṣalāta kānat 'alāl-mu'minīna kitāban mauqūtā).
Analogi Waktu Salat: Bayangkan salat wajib itu seperti jadwal minum obat yang diberikan dokter. Obat tersebut harus diminum tepat waktu (pagi, siang, sore, malam) agar tubuh tetap sehat. Jika jadwalnya dilewatkan, fungsinya akan berkurang. Begitu pula salat lima waktu, semuanya telah diatur oleh Allah SWT di jam-jam tertentu agar hidup kita selalu terarah dan dekat dengan-Nya.
Tulislah tafsir dari Q.S An Nisa ayat 103 (pilih salah satu: Tafsir Al-Azhar/ Al-Misbah/ Ibnu Katsir/ Tafsir Wajiz) dalam buku literasi!
Perwakilan murid untuk maju didepan kelas membacakan tafsir ayat tersebut!
Bagikan konten ini: