Literasi Hari Ini
Literasi Harian
Literasi ReligiIslam

6 AMALAN YANG MEMBERATKAN TIMBANGAN KEBAIKAN DI HARI KIAMAT

Selasa, 3 November 2026Tim Literasi Ganesha780 kali dilihat
6 AMALAN YANG MEMBERATKAN TIMBANGAN KEBAIKAN DI HARI KIAMAT

6 AMALAN YANG MEMBERATKAN TIMBANGAN KEBAIKAN

DI HARI KIAMAT

 

Setiap amal yang dilakukan manusia akan mendapatkan balasan dari Allah Swt. Amal baik sekecil apa pun tidak akan sia-sia. Dalam Islam, terdapat beberapa amalan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis memiliki keutamaan besar serta dapat memberatkan timbangan kebaikan pada Hari Kiamat. Dalil umum tentang balasan amal:

qs. an nisa 20.png

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah. Jika ada kebaikan, Allah melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’: 40).

qs al zalzalah7-8.png

Artinya: “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7–8).

1. Mengucapkan Kalimat Tauhid (Lā ilāha illallāh)

Kalimat tauhid merupakan pengakuan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Kalimat ini menunjukkan keimanan seorang muslim dan memiliki keutamaan yang sangat besar.

Dalam hadis tentang kartu amal, disebutkan bahwa kartu yang berisi dua kalimat syahadat ditimbang bersama banyak catatan dosa. Kartu tersebut menjadi lebih berat. Hadis ini menunjukkan keutamaan tauhid bagi orang yang mengimaninya. (HR. Ahmad no. 6699 dan At-Tirmidzi no. 2639; dinilai sahih oleh Al-Albani).

2. Memperbanyak Dzikir kepada Allah

Dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir merupakan amalan yang ringan diucapkan, tetapi besar keutamaannya. Dzikir membantu seorang muslim selalu mengingat Allah.

Dalam hadist yang artinya: “Mahasuci Allah Yang Maha Agung, Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya.” Rasulullah menjelaskan bahwa dua kalimat ini ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai Allah." (HR. Bukhari no. 6406 dan Muslim no. 2694).

Dalam hadist lain, yang artinya: "Nabi mengajarkan zikir yang dibaca tiga kali dan menjelaskan bahwa nilainya lebih berat daripada zikir panjang yang dibaca sejak pagi." (HR. Muslim no. 2726).

3. Menjaga Dzikir Setelah Salat Fardu

Seorang muslim dianjurkan menjaga dzikir setelah salat, yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sepuluh kali. Hadis juga menerangkan dzikir sebelum tidur berupa takbir 34 kali, tahmid 33 kali, dan tasbih 33 kali.

Dalam hadist yang artinya: “Bertasbih sepuluh kali, bertahmid sepuluh kali, dan bertakbir sepuluh kali setiap selesai salat.” Hadis tersebut menjelaskan bahwa amalan ini ringan dilakukan, tetapi besar nilai pahalanya. (HR. Ahmad no. 6616, Abu Dawud no. 5065, At-Tirmidzi no. 3410, AnNasa’i no. 1331, dan Ibnu Majah no. 926; dinilai sahih oleh Al-Albani).

4. Bersabar dan Mengharap Pahala atas Wafatnya Anak yang Saleh

Kesabaran ketika menghadapi musibah merupakan sikap terpuji. Hadis yang menjadi dalil menyebutkan keutamaan orang tua yang ditinggal wafat anaknya, kemudian bersabar dan mengharap pahala dari Allah.

Dalam hadist yang artinya: “Dan anak saleh yang meninggal, lalu kedua orang tuanya mengharap pahala (dengan bersabar atas musibah tersebut).” Hadis ini menyebutkan amalan tersebut di antara perkara yang berat dalam timbangan." (HR. Ahmad no. 15107; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam AsSilsilah Ash-Shahihah).

5. Memiliki Akhlak yang Mulia

Akhlak yang baik termasuk amalan yang sangat berat dalam timbangan kebaikan. Contohnya berkata jujur, sopan, menghormati orang lain, menepati janji, dan menolong sesama.

Dalam hadist yang artinya: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin selain akhlak yang baik.” (HR. Abu Dawud no. 4799; dinilai sahih oleh Al-Albani).

Dalam hadist lain, yang artinya: “Tidak ada sesuatu yang diletakkan di timbangan yang lebih berat daripada akhlak yang baik.” Hadis ini juga menjelaskan bahwa akhlak baik dapat mengangkat derajat seseorang." (HR. At-Tirmidzi no. 2003; dinilai sahih oleh Al-Albani).

6. Mengiringi Jenazah hingga Selesai Dimakamkan

Mengikuti pengurusan jenazah, menyalatkannya, dan mengantarkannya hingga selesai dimakamkan merupakan amalan yang memiliki keutamaan pahala. Amalan ini mengajarkan kepedulian kepada sesama muslim dan mengingatkan manusia kepada akhirat.

Dalam hadist yang artinya: “Barang siapa mengikuti jenazah hingga disalatkan dan selesai dimakamkan, maka baginya dua qirath pahala. Barang siapa mengikutinya sampai disalatkan, maka baginya satu qirath.” Dalam hadis yang sama dijelaskan bahwa dua qirath itu lebih berat dalam timbangan daripada Gunung Uhud. (HR. Ahmad no. 20256; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir).

C. Kesimpulan

Enam amalan tersebut mengajarkan umat Islam untuk menjaga tauhid, memperbanyak zikir, menjaga zikir setelah salat, bersabar ketika mendapat ujian, berakhlak mulia, dan peduli kepada sesama muslim. Semua amalan hendaknya dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah. Al-Qur’an dan hadis menjadi dasar bahwa setiap kebaikan memiliki nilai di sisi Allah.

D. Refleksi

  1. Berdasarkan materi di atas, mengapa amalan berakhlak mulia dan zikir harian dinilai sangat berat dalam timbangan kebaikan di hari kiamat? 

  2. Dari keenam amalan yang disebutkan, amalan manakah yang paling mudah kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun rumah? Jelaskan alasannya!

  3. ​Tuliskan 2 bentuk tindakan nyata yang mencerminkan akhlak mulia yang bisa kamu praktikan kepada teman-teman sekelasmu!

  4. Salah satu murid maju ke depan untuk menyampaikan hasil literasi!

Seberapa menarik literasi hari ini?

Penilaian Anda membantu Tim Literasi Ganesha menyiapkan konten yang lebih baik.

Memuat…

Bagikan konten ini: