Literasi Hari Ini
Literasi Harian
Literasi ReligiIslam

MENGENAL ASMAUL HUSNA "AL-BASHIR"

Selasa, 29 September 2026Tim Literasi Religi6 kali dilihat
MENGENAL ASMAUL HUSNA "AL-BASHIR"

MENGENAL ASMAUL HUSNA "AL-BASHIR"

1. Pengertian dan Arti Al-Bashir

Secara bahasa, Al-Bashir (اﻟﺑﺻﯾر) berasal dari kata bashara yang artinya melihat, mengetahui, atau memahami. Dalam Asmaul Husna, Al-Bashir berarti Allah Maha Melihat.

Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, baik yang tampak (nyata) maupun yang tersembunyi. Tidak ada satupun makhluk atau kejadian yang luput dari penglihatan-Nya, sekecil apapun itu.

 2. Dalil Naqli (Al-Qur'an)

Sifat Allah Al-Bashir banyak disebutkan di dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam:

a. Surah Asy-Syura ayat 11:

فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۙ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّمِنَ الْاَنْعَامِ اَزْوَاجًا ۚ يَذْرَؤُكُمْ فِيْهِ ؕ لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya: "(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagimu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri dan (menjadikan pula) dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan(-nya). Dia menjadikanmu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

b. Surah Al-Hujurat ayat 18:

اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَࣖ ۝١٨

Artinya: "Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

 3. Makna dan Luasnya Penglihatan Allah SWT

Penglihatan Allah SWT tidak sama dengan penglihatan manusia. Jika penglihatan manusia dibatasi oleh ruang, waktu, jarak, dan cahaya, maka penglihatan Allah memiliki sifat-sifat berikut:

a. Tanpa Batas Alat: Allah melihat tanpa membutuhkan mata, cahaya, atau bantuan alat apa pun.

b. Menembus Kegelapan: Allah dapat melihat seekor semut hitam yang berjalan di atas batu yang licin di tengah malam yang gelap gulita.

c. Melihat yang Lahir dan Batin: Allah tidak hanya melihat bentuk fisik makhluk-Nya, tetapi juga melihat isi hati, niat, serta gerak-gerik pikiran manusia.

  1. Penerapan Keteladanan (Hikmah Beriman kepada Al-Bashir)

Sebagai seorang Muslim, mengimani sifat Al-Bashir harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap:

a. Selalu Merasa Diawasi (Muraqabah): Menyadari bahwa Allah selalu melihat setiap perbuatan kita, sehingga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, baik saat sendiri maupun di tengah keramaian.

b. Bersemangat dalam Beribadah: Melakukan amal kebaikan dengan ikhlas karena yakin Allah melihat dan akan membalas setiap amal sekecil apa pun.

c. Menghindari Perbuatan Maksiat: Menahan diri dari perbuatan dosa di tempat tersembunyi, karena sadar bahwa penglihatan Allah menjangkaunya.

d. Bersabar dalam Ujian: Yakin bahwa Allah melihat kesusahan dan air mata hamba-Nya, dan Dia akan memberikan pertolongan pada waktu yang tepat.

Kesimpulan:

Meneladani Al-Bashir berarti menjadikan keyakinan bahwa "Allah Maha Melihat" sebagai rem moral bagi diri sendiri agar senantiasa berada di jalan yang diridhai-Nya.

 Refleksi:

  1. Apa yang dimaksud "Al-Bashir" Allah dalam Asmaul Husna?

  2. Dalil Asmaul Husna Al-Basyir terdapat pada Al-Quran, surat apa dan ayat berapa!

  3. Bagaimana penerapan sifat ini dapat membangun karakter integritas dalam kehidupan sehari-hari?

Bagikan konten ini: