TATA CARA MANDI WAJIB DALAM ISLAM

TATA CARA MANDI WAJIB DALAM ISLAM
1. Pengertian Mandi Wajib
Secara bahasa, kata mandi (al-ghuslu) berarti mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan secara istilah syariat, mandi wajib adalah mengalirkan air yang suci dan menyucikan ke seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki disertai dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, untuk menghilangkan hadas besar.
_____________________________________________________
2. Dalil Pelaksanaan Mandi Junub
Dalil pelaksanaan mandi junub tercantum dalam Surah Al-Ma'idah ayat 6.

Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur."
____________________________________________________
3. Sebab-Sebab Seseorang Wajib Mandi Besar
Berikut adalah beberapa sebab yang mewajibkan seseorang melaksanakan mandi besar:
a. Keluar air mani (baik secara sengaja maupun tidak sengaja, (seperti mimpi basah)
b. Selesai masa haid: Bagi wanita yang telah berhenti darah menstruasinya.
c. Bersetubuh (jimak): Hubungan intim suami istri, baik mengeluarkan mani ataupun tidak (menikah)
d. Selesai masa nifas: Bagi wanita pasca melahirkan, yaitu setelah keluarnya darah pasca persalinan (menikah)
e. Wiladah: Proses melahirkan itu sendiri (menikah)
f. Meninggal dunia: Kecuali bagi orang yang mati syahid di medan perang.
____________________________________________________
4. Rukun Mandi Junub
Ada dua rukun yang harus dilakukan ketika melaksanakan mandi wajib, yaitu:
a. Niat
Berikut adalah bacaan niat mandi wajib berdasarkan keadaan yang berbeda.
1). Niat Mandi Wajib Umum (Junub/Hadas Besar)
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala.
2). Niat Mandi Wajib Setelah Haid
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi ta’ala.
3). Niat Mandi Wajib Setelah Nifas
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’i hadatsin nifaasi lillahi ta’ala.
Dalam mazhab Syafi'i, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.
b. Mengguyur Seluruh Badan
Saat mandi wajib, seluruh badan bagian luar harus terguyur air, termasuk rambut dan bulu-bulunya. Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air harus bisa mengalir sampai ke bagian kulit dan pangkal rambut atau bulu sehingga tubuh tidak tertempel najis.
_________________________________________________
5. Tata Cara Mandi Wajib
a. Tata Cara Menurut Imam Al-Ghazali
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidâyah, di antaranya sebagai berikut:
1). Membasuh tangan hingga tiga kali.
2). Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.
3). Berwudu dengan sempurna.
4). Mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan dengan itu melakukan niat menghilangkan hadas besar.
5). Mengguyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan badan sebelah kiri juga tiga kali.
6). Menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali.
7). Menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya).
8). Mengalirkan air ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan. Kalaupun tersentuh, sebaiknya berwudu lagi.
b. Tata Cara Berdasarkan Buku Fiqh Ibadah
Dilansir dari buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin, berikut tata cara mandi wajib:
1). Membaca niat doa mandi wajib atau junub.
2). Mencuci tangan sebanyak tiga kali untuk membersihkan tangan dari najis.
3). Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor, termasuk pada bagian kemaluan.
4). Setelah itu, mencuci kembali tangan yang kotor dengan menggunakan sabun.
5) . Berwudu.
6). Membasahi kepala dengan air sebanyak tiga kali hingga ke pangkal rambut.
7). Dilanjutkan dengan menyela-nyela rambut menggunakan jari-jari tangan.
8). Mengguyur air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan hingga dilanjutkan dengan sisi kiri.
9). Memastikan seluruh lipatan kulit dan bagian yang tak terjangkau tangan ikut dibersihkan dengan air.
10). Proses mandi wajib telah selesai.
____________________________________________________
NB: Jika ada yang perlu ditanyakan atau didiskusikan, silahkan kepada Bapak Ibu guru PAI kalian! Terima kasih.
____________________________________________________
REFLEKSI:
Menurut pendapatmu, mengapa pengetahuan tentang tata cara mandi wajib dalam Islam penting untuk dipelajari!
Dampak apa yang terjadi jika seseorang tidak memahami tata cara mandi wajib dalam Islam yang benar?
Setelah mempelajari materi ini, adakah pemahaman atau kebiasaanmu yang ingin diperbaiki! Jelaskan alasan dan cara kamu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Salah satu murid maju ke depan untuk menyampaikan refleksinya!
Seberapa menarik literasi hari ini?
Penilaian Anda membantu Tim Literasi Ganesha menyiapkan konten yang lebih baik.
Memuat…
Bagikan konten ini: